Selasa, 13 April 2010

Ruh

Aku begitu primitif pada diri sendiri, pada jiwa ini aq tidak bisa mendifinisikan. Apalagi pada ruh q sendiri yang mistis dan anonim. Konon dihari yang sakral semua akan tahu diri ini sesungguhnya. yaitu ketika jasad ini terpisah dengan ruh dihari yang sakral. Ya Rabb

Jumat, 02 April 2010

Maut

bila sudah waktunya jiwa inipun kan pergi ke alam yg maha abadi.
semua yg kita cintai ditinggalkan

Pahala

tabassammu (senyum) tulus sekejap saja pahalanya bagai debu di padang sahara.

Sobat Sejati

tinggal di desa sepi,
indah tiada berdebu.
pulang dari nisan duduk di sapho pinggir anak bengawan,
nyanyikan lg rindu pekon say waway...
air mata ini menetes serasa pilu.
25 tahun lalu aku juga duduk disini dengan sobat karib

Cinta q Padamu

layar q bentangkan,
q arungi samudara namun kandas.
tapi q tak peduli kemana pergi & mati
yg penting bawa jiwaqu bersamu rabb

Lukisan Nurani

syair dan buku2nya ia tulis dgn notasi,
konsonan hazaar & nurani,
semuanya semakin indah dan iramanya abadi.
ibarat ia adalah benteng salahudin,
nampak kokoh dan indah spanjang masa

Selasa, 30 Maret 2010

Jiwa-Jiwa Yang Terbang

Jiwa ini hanya ilalang kering
merunduk
pergi dan terbang
jauh ke barzah
menjemput hakekat

Senin, 29 Maret 2010

Nabi katakan bahwa, manusia tergantung dari (el qalb) segumpal darah yang di sebut hati, darinya manusia akan menjadi kaya bila hatinya telah kaya dan berbesar atas rahmatnya. kekayaan tidak sedikitpun berdasar pada harta. sebesar harta gayus tambunan dari hasil mencuripun akan membuatnya tidak merasa kaya dan selalu kurang. karena hatinya masihlah sangat kecil.

Minggu, 28 Maret 2010

Hiasan Padang











ya rabb...
Di kampung ini rindu tiada pernah berhenti menggerus jiwaku
Altar pertemuan haru hanya sahara tiada batas
Yang nyata hanya seberkas bayangan sakhar semata yg menghiasi padang panas lagi gersang
Kampung Rindu

Ya rabb...
Di kampung ini rindu tiada pernah berhenti menggerus jiwaku. altar pertemuan haru hanya sahara tiada batas. yg nyata seberkas bayangan sakhar semata yg menghiasi padang panas lagi gersang.
Jiwa Pecinta




jiwa ini hanya pecinta hina yg mengikuti angin utk mencari debu kasihmu yg bertebaran
y rabb...maha suci engaku...

Nafas Jiwa

karna samahmu y rabb, jiwa ini engkau sentuh, &engkau ampuni, hingga nafas SEMESTA hadir &ada di jiwaq.