Selasa, 13 April 2010

Ruh

Aku begitu primitif pada diri sendiri, pada jiwa ini aq tidak bisa mendifinisikan. Apalagi pada ruh q sendiri yang mistis dan anonim. Konon dihari yang sakral semua akan tahu diri ini sesungguhnya. yaitu ketika jasad ini terpisah dengan ruh dihari yang sakral. Ya Rabb

Jumat, 02 April 2010

Maut

bila sudah waktunya jiwa inipun kan pergi ke alam yg maha abadi.
semua yg kita cintai ditinggalkan

Pahala

tabassammu (senyum) tulus sekejap saja pahalanya bagai debu di padang sahara.

Sobat Sejati

tinggal di desa sepi,
indah tiada berdebu.
pulang dari nisan duduk di sapho pinggir anak bengawan,
nyanyikan lg rindu pekon say waway...
air mata ini menetes serasa pilu.
25 tahun lalu aku juga duduk disini dengan sobat karib

Cinta q Padamu

layar q bentangkan,
q arungi samudara namun kandas.
tapi q tak peduli kemana pergi & mati
yg penting bawa jiwaqu bersamu rabb

Lukisan Nurani

syair dan buku2nya ia tulis dgn notasi,
konsonan hazaar & nurani,
semuanya semakin indah dan iramanya abadi.
ibarat ia adalah benteng salahudin,
nampak kokoh dan indah spanjang masa